Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sosial Politik

Mengais Jejak IDT

(Sebuah Tinjauan Evaluatif-Kritis Terhadap Implementasi IDT di Indonesia) * Oleh Emilianus Yakob Sese Tolo, S. Fil I. Pra-wacana Kemiskinan adalah sekaligus fakta dan wacana global saat ini. Hampir semua negara di dunia mengalaminya. Namun tingkat kekompleksan kemiskinan bervariasi dari satu negara ke negara lain. Ada negara yang kondisi kemiskinan yang sangat memprihatinkan dan ada yang biasa-biasa saja. Hal inilah yang membedakan definisi dan batasan tentang kemiskinan. Menurut World Bank, seseorang didefinisikan sebagai orang miskin jika pendapatannya di bawah dua dolar per hari. Selain itu, ada definisi kemiskinan yang dilihat dari perspektif depriviasif. Masih ada banyak definisi dan batasan kemiskinan yang dipakai untuk menjelaskan tentang kemiskinan. Pluralitas definisi dan batasan tentang kemiskinan ini telah melahirkan aneka program pengentasan kemiskinan yang bervariatif. Indonesia, sebagai negara berkembang dan miskin, tentunya memiliki landasan dan perspektif teoritis ters...

Etika dan Birokrasi Publik

*Oleh Emilianus Yakob Sese Tolo Kehadiran birokrasi dalam pentas sejarah kemanusiaan manusia adalah sebuah keniscayaan. Hal ini dimungkinkan oleh hakekat dasariah manusia sebagai ens sociale, makhluk sosial. Sebagai ens sociale, manusia tidak bisa hidup sendirian. Ia selalu mengada bersama yang lain. Oleh karena itu, tidak salah jika Gabriel Marcel berujar demikian: esse est co-esse (ada selalu berarti ada bersama). Akan tetapi, ada bersama itu akan menjadi chaos bila tidak ada norma, aturan dan sistem yang mengatur interaksi antarindividu. Salah satu sistem yang mengatur interaksi individu dalam suatu sosialitas adalah birokrasi. Namun, bila sistem birokrasi itu menjadi problem itu sendiri dalam sebuah sosialitas, maka masyarakat yang diatur oleh sistem itu akan menerima katastrofi destruktif yang merusak sosialitas itu sendiri. Sebaliknya, bila birokrasi itu bersih, efektif dan efisien maka masyarakatnya akan merasakan kebahagiaan dan kesejahteraan. Negara Kesatuan Republik Indonesi...

Kritik dan Good governance

Urgensitas “Kritik” Sebagai Upaya Merealisasikan Reformasi Kultur Kepemimpinan Birokrasi Demi Mewujudkan Good Governance di Indonesia *Oleh Emilianus Yakob Sese Tolo, S.Fil. I. Pendahuluan Kepemimpinan adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia sebagai makhluk sosial. Dalam praksis kehidupan sosial, kehadiran seorang pemimpin adalah sebuah keniscayaan. Hal ini dimungkinan oleh sebuah ideal sosial untuk menciptakan suatu tatanan dan struktur masyarakat yang lebih humanistis dan demokratis. Secara sosial, pemimpin dianggap sebagai salah satu unsur penting yang mampu menciptakan situasi kehidupan yang didambakan oleh semua masyarakat, yaitu situasi kehidupan yang aman, damai dan sejahtera baik secara lahiriah maupun batiniah. Namun, dalam praksis sosial, ideal pemimpin sebagai penjamin kehidupan yang aman, damai dan sejahtera baik secara lahiriah maupun batiniah sulit ditemukan. Keberadaan seorang pemimpin justeru sering bertentangan dengan esensinya sebagai seorang pemim...