Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

Negativitas Facebook

Gelandangan Intelektual *Oleh Emilianus Yakob Sese Tolo Satu dari sekian banyak kemajuan teknologi informatika saat ini adalah Facebook. Hampir semua orang dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda kenal dan menggunakan Facebook. Oleh karena itu, tidak membutuhkan waktu lama untuk Facebook mendunia. Dia bergerak begitu gesit melewati batas-batas geografis-kultural menjangkau aneka manusia dengan pelbagai latarbelakangnya. Namun, kehadirannya telah memberi jejak yang mendua kepada dunia. Karena itu, hal ini mesti diwaspadai dan diantisipasi secara bijaksana. Sekelumit tentang Facebook Pencipta Facebook adalah Mark Ellliot Zuckerberg. Zuckerberg, dilahirkan di Dobb Ferry, West¬chester County, New York, 14 Mei 1984. Zuckerberg lahir di kawasan bernama Dobbs Ferry, Westchester County, kota New York. Ia adalah anak kedua dari empat bersaudara dari orang tua pasangan dokter gigi-psikiater. Sejak kecil Zuckerberg suka mengu¬tak-atik komputer, mencoba berbagai program komputer dan belaja...

Birokrasi Indonesia: Belajar dari Amerika Serikat

Gelandangan Intelektual *Oleh Emilianus Yakob Sese Tolo Pada hakekatnya, birokrasi publik memiliki fungsi untuk memberikan pelayanan publik kepada masyarakat. Biasanya, pelayanan publik yang dijalankan diproduksi oleh lembaga eksekutif dan legislatif. Namun, hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa lembaga birokrasi memiliki diskresinya sendiri dalam kaitan dengan kebijakan-kebijakan tertentu. Ada banyak kebijakan publik yang dihasilkan dan dilaksanakan oleh birokrasi publik itu sendiri. Oleh karena itu, peranan birokrasi publik dalam pembangungan bangsa dan masyarakat sangat penting. Karena pentingnya peran ini maka jika ada persoalan dalam birokrasi publik, baik itu berkaitan dengan aturan maupun budaya birokrasi, dampaknya sangat besar bagi pembangunan bangsa dan negara. Harus diakui bahwa kualitas birokrasi pubik Indonesia masih jauh jika dibandingkan dengan negara-negara maju. Oleh karena itu, sangatlah masuk akal bila birokrasi publik Indonesia belajar dari birokrasi publik dari n...

Melawan Birokrasi Koruptif

*Oleh Emilianus Yakob Sese Tolo Korupsi, oleh As Hornby E. V. Gatenby dan H Wakefiel, sebagaimana yang dikutip oleh Baharudin Lopa, didefinisikan sebagai offering and accepting of bribes, penawaran atau pemberian dan penerimaan suap. Bila definisinya demikian, maka birokrasi publik di Indonesia merupakan salah satu lembaga yang sangat rentan terhadap tindakan korupsi. Di Indonesia, korupsi, oleh sebagian besar orang, dikatakan telah membudaya. Sebab, korupsi tidak saja terjadi pada kalangan elit, tetapi juga merambah sampai pada level masyarakat bawah (grassroots level). Ia juga tidak menjadi milik khas bagi masyarakat yang hidup pada era tertentu, tetapi juga menjadi milik generasi dulu dan sekarang. Fakta ini dijustifikasi oleh data yang ada bahwa Indonesia sering ditempatkan sebagai negara terkorup. Berdasarkan data yang ada, pada tahun 1995, Indonesia ditetapkan sebagai negara terkorup di dunia. Dari nilai nol untuk paling korup sampai pada nilai sepuluh untuk negara paling bers...