Postingan

DARI SEORANG ATHEIS MENJADI SEORANG KATOLIK

Berikut ini adalah kesaksian iman dari salah seorang pengajar kami di Institute for Pastoral Theology, Ave Maria University. Dr. Lawrence Feingold, STD adalah seorang Doktor Teologi yang sangat luar biasa, bukan saja dalam hal mengajar, tetapi juga dalam kesehariannya sebagai seorang Katolik. Ia sangat mendalami ajaran St. Thomas Aquinas, sehingga dapat mengajarkan kepada kami dengan begitu sangat menyakinkan tentang keberadaan Allah, Yesus Kristus, dan tentu saja, Gereja Katolik dan pengajaran Gereja. Di balik semua kelebihannya mengajar, Dr. Feingold ini adalah sosok pribadi yang sederhana, sangat rendah hati dan juga murah hati. Sungguh, ia hidup sesuai dengan apa yang diajarkannya. Semoga kesaksian imannya ini menjadi berkat buat kita semua (Editor). Saya dibesarkan sebagai seorang atheis. Ayah saya adalah seorang Yahudi, dan ibu saya seorang Protestan, tetapi keduanya tidak pernah mempraktekkan iman mereka, meskipun sesekali kami pergi ke kebaktian gereja Unitarian. Meskipun ayah ...

Pertobatan Seorang Ateis

Atheis - John Monca PERTOBATAN SEORANG ATHEIS JOHN MONCA Seperti biasanya, saya mempelajari sket John Monca dengan kekaguman yang amat dalam. Dalam usia yang ke 40 tahun, ia adalah arsitek terbaik diseluruh negeri, dan salah satu yang terkaya. Dan ia seorang atheis murni. Pada awal musim dingin tahun 1978, ketika kisah ini dimulai, firma kami sedang dalam tahap akhir menjalani kontrak dengan perusahaan kosmetik LEENA SHAMIR untuk membangun museum taman bunga mereka. Dalam perjalanan pulang saya mengatakan untuk singgah didesa saya dilahirkan bernama Christway untuk melihat pameran seniman2x lokal. Di kota Christway mobil kami berhenti di depan gereja. Dua ratus meter dari tempat kami berdiri, atap gereja yang suram tampak dari pohon2xan. Kerumunan orang tampak. Puluhan lukisan2x kecil dijejer di depan gereja. Decakan kagum dan komenter keluar dari setiap pengunjung, saya melirik john monca yang tampak tertarik akan bakat2x baru ini. Kemudian john monca tampak termenung dan kemudian ber...

MANGGARAIAN FOREST AND ITS PROBLEM

It is A Simple Article of Mine for Preparing Reduction Emission From Reforestation and Degradation (REDD)Research In Manggarai. The Research Will be Conducted by Research Institution of Master Administrasi Public of UGM, Yogyakarta, Sponsored by Norwegian Government. BY: Emilianus Yakob Sese Tolo I. Introduction Manggarai regency is one of the regencies in Nusa Tenggara Timur (NTT) province which has wide forest. Its forest has wide 121.192,05 Ha or 29, 28% of Manggarai land. In addition, Manggaraian forest has 15 forest areas. Out of 15 areas of Manggaraian forest, there are some areas have very bad condition. Many trees are cut down. For instance, Forest in Melar Kuwus is totally destroyed by local people for opening new land, getting wood and so on. The question is why is there big forest degradation in Manggarai? There are some answers for answering this question. Firstly, most of local people do not know about forestry and its regulation. Therefore, they firmly believe that certa...

Komodo National Park at a Glance

By: Emilianus Yakob Sese Tolo This Simple Article is Made For Students of University of Agder, Norway, Will be Doing Research on Komodo National Park in Flores in February of 2009. I. Introduction The Komodo National Park is a national park in Indonesia located near the Lesser Sunda Islands in the border region between the provinces of East Nusa Tenggara and West Nusa Tenggara. The park includes the three larger islands Komodo, Rinca and Padar, as well as numerous smaller ones, and a total area of 1817 km² (603 km² of it land, and it proposed extension would bring the total surface area up to 2,321 km). The national park was founded in 1980 in order to protect the Komodo dragon. But, not only Komodo dragon (varanus komodoensis) which is protected, but all the species inside the National Park are protected now. However, even the whole park is protected and provides everything nice to be enjoyed, there are some irresponsible people, especially local people living in the Komodo Island, te...

Sumbangan Sastra Sebagai Kritik Sosial Bagi Terciptanya Kepemimpinan Demokratis di Indonesia dalam Terang Filsafat Falsifikasi Karl Raimund Popper

“Criticism is the main motive force of any intellectual development. Without criticism there would be no rational motive for changing our theories, there would be no intellectual progress”. By: Emilianus Yakob Sese Tolo I. Pengantar Hampir di semua dimensi kehidupan, dunia kita saban hari senantiasa bertapak ke arah perkembangan yang lebih maju. Oleh karaena itu, tidak heran, jika manusia dengan bangga mengukuhkan dirinya sebagai the lord and the Owner atas dunia dan seluruh isinya. Namun, seiring dengan kebanggaan itu, ada aneka nilai dan way of life yang konstruktif sifatnya runtuh berkeping-keping di bawah bayang-bayang kesombongan manusia yang terlena dengan aneka kemajuan yang justru membawa dampak yang mendua. Fakta kemajuan dunia yang mestinya mempermudah manusia untuk memanusiakan dirinya secara holistik tidak terealisir sebagaimana mestinya. Para pemimpin publik yang diharapkan bisa menyelamatkan kemelut ini justru ikut terseret dalam arus kemajuan yang membuat mereka menja...